Kamis, 15 April 2010

MANUSIA DAN CINTA KASIH

4 MANUSIA DAN CINTA KASIH
A. PENGERTIAN CINTA KASIH
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh betas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh betas kasihan.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluamya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ichlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Dalam bukunya seni mencinta, Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta itu terutama memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam memberi ialah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya; bagaimana seorang ibu dengan rasa cinta kasihnya mangasuh anaknya dengan sepenuh hati. Sedang dengan tanggung jawab dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan fisik. Unsur yang ketiga adalah perhatian yang berarti memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka din sebagaimana adanya. Yang ke empat adalah pengenalan yang merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia. Dengan ke empat unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan, suatu cinta dapat dibina secara lebih baik.
Pengertian tentang cinta dikemukanakn juga oleh Dr Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memilikki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia hares ditepati, ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, Ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan:sayang dan sebagainya. Makan minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-lainnya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya . Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut yang menunjukkan segitiga cinta.

Keterikatan Keintiman

Kemesraan
Selanjutnya Dr. Sarlito W. Sarwono mengemukakan, bahwa tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya. Kadang-kadang ada yang keterikatannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraannya kurang. Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang amat kuat, kecemburuannya besar, tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman. Misalnya cinta sahabat karib atau saudara sekandung yang penuh dengan keakraban, tetapi tidak ada gejolak-gejolak mesra dan orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada hal-hal lain dari pada partnemya.
Cinta juga dapat diwamai dengan kemesraan yang sangat menggejolak, tetapi unsur keintiman dan keterikatannya yang kurang. Cinta seperti itu dinamakan cinta yang pincang, karma garis-garis unsur cintanya tidak membuat segitiga sama sisi, seperti nyata pada gambar berikut.
Keterikatan Keintiman
A
Cinta Setia Cinta Saudara Kemesraan
cinta rayuan
Lebih berat lagi bila salah satu unsur cinta itu tidak ada, sehingga tidak terbentuk segitiga, cinta yang demikian itu tidak sempuma, dan dapat disebutkan bukan cinta.
Selain pengetian yang dikemukakan oleh Sarlito, lain halnya pengertian cinta yang dikemukakan oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan,dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat terpisahkan dengan kehidupannya. Ia selalu dibutuhkan. Jika seseorang ingin menikmatinya dengan cara yang terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa, tentu is akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya yang suci dan mulia pula.
Didalam kitab Suci Alqur'an, ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan-tingkatan : tinggi, menengah dan rendah. Tingkatan cinta tersebut diatas adalah berdasarican firman Alloh dalam surah At-Taubah ayat 24 yang artinya sebagai berikut :
katakanlah:jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Bagi setiap orang Islam yang bertakwa, sudah menjadi keharusan bahwa cinta kepada Allah, pada Rasulullah, dan berjihad di jalan Allah, adalah merupakan cinta yang tidak ada duanya. Hal ini mempakan konsekwensi iman dan merupakan keharusan dalam Islam. Bahkan itu pendorong utama di dalam menunjang tinggi agama.
Tak diragukan lagi, bahwa seorang yang telah merasakan kelezatan iman di dalam
hatinya, ia akan mencurahkan segala cintanya hanya kepada Tuhan. Karena ia telah meyakini bahwa dzat Tuhanlah yang maha sempuma, maha indah dan maha agung. Talc ada satupun selain dia yang memiliki kesempumaan sifat-sifat tersebut. Maka dengan ketulusan iman yang sejati itulah yang harus diikuti karena dialah yang maha tinggi, maha sempurma dan maha agung.
Hakekat cinta menengah adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan jiwa. Ia timbul dari perasaan seseorang yang dicintainya, agidah, keluarga, kekerabatan, atau persahabatan. Karenanya hubungan cinta, kasih sayang dan kesetiaan diantara mereka, semakin akrab.
Berangkat dari perasaan lembut yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati dan jiwa seseorang inilah, akan terbentuk perasaan kasih sayang dan cinta dari seseorang terhadap orang lain : seorang anak terhadap orang tuanya, orang tua terhadap anak-anaknya, seorang suami terhadap istrinya atau sebaliknya istri terhadap suaminya, cinta seseorang terhadap sanak saudara dan familinya, cinta seseorang terhadap sahabatnya, atau seorang penduduk pada tanah aimya.
Adapun pengaruh yang ditimbulkan oleh cinta menengah ini akan nampak jelas hasilnya. Jika bukan disebabkan perasaan kasih sayang yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati, sepasang suami istri, tentu tidak akan terbentuk suatu keluarga, tak akan ada keturunan, tak akan ada keturunan, tak akan terwujud asuhan, bimbingan, dan pendidikan terhadap anak. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan. Karena itu ia adalah cinta rendahan. Bentuknya beraneka ragam misalnya :
1 cinta kepada thagut. Thagut adalah syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan. Dalam surat Al Bagarah, Allah berfirman :
dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah
2.cinta berdasarkan hawa nafsu.
3.cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, pemiagaan dan tempat tinggal.
Hikmah cinta adalah sangat besar. Hanya orang yang telah diberi kefahaman dan kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenunglcannya. Diantara hikmah-hikmah tersebut adalah :
1.Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia, karena setiap cinta akan mengalami berbagai macam rintangan . Apakah seseorang akan menempuh cintanya-dengan cara yang terhormat dan mulia ? Ataukah ia akan meraihnya dengan cam yang rendah dan hina ? apakah ia akan berjual mahal dengan cintanya, ataukah biasa-biasa saja ? apakah ia benar-benar tertarik dengan kekasihnya, ataukah sekedar main-main saja ? semuanya dapat diketahui setelah ia mendapatkan rintangan dalam perjalannya.
2.Bahwa fenomena cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar di dalam melestarikan kehidupan lingkungan. Kalau
bukan karena cinta, tentu manusia tidal( akan pemah terdorong gairah hidupnya untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan. Pendek kata kalau bukan karena fenomena cinta, tak akan pemah ada gerakan, kreasi dan apresiasi di dunia ini. Juga tak akan pemah ada pembangunan dan kemajuan
3.Bahwa fenomena cinta merupakan faktor utama didalam kelanjutan hidup manusia, dalam kenal-mengenal antar mereka. Juga untuk saling memanfaatkan kemajuan bangsa. Ia merupakan modal utama di dalam mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan yang tersimpan di dalam keindahan alam, kehidupan dan kemanusiaan.
4.Fenomena cinta, jika diperhatikan merupakan pengikat yang paling kuat di dalam hubungan antar anggota keluarga, kenikunan bennasyarakat, mengasihi sesama mahluk hidup, menegakkan keamanan, ketentraman, dan keselamatan di segala penjuru bumi. Cinta merupakan benih dari segala kasih dan sayang, dan segala bentuk persahabatan, dimanapun adanya
B. CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama. Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Di satu pihak, cinta didengungkan lewat lagu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi di pihak lain dalam praktek kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan. Alas dasar ini, agama memberikan ajaran cinta kepada manusia.
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur'an.
Cinta diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Pun ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri. Ia juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit dan mara bahaya. Al-Qur'an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini, keceuderungannya untuk menuntut segala sesuatu yang bennanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, malalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan.
Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya seridiri ialah kecintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewaban hidup. (QS, al-"Adiyat, 100:8)
Diantara gejala lain yang menunjukkan kecintaan manusia pada dirinya sendiri ialah pennohonannya yang terus menerus agar dikarunia harta, kesehatan, dan berbagai kebaikan dan kenikmatan hidup lainnya. Dan apabila ia tertimpa bencana, keburukan, atau kemiskinan, ia merasa putus asa dan mengira ia tidak akan bisa memperoleh karunia lagi (QS, Fushilat, 41:49)
Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebih-lebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka.
Cinta kepada sesama manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan kehamionisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain. Oleh karena itu, Allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dan gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman, menegaldcan shalat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah. Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada did sendiri dan cintanya pada orang lain, dan dengan demikian akan bisa merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.
Al-Qur'an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan kepada para mukmin agar tidak bcrlebih-lebihan dalam mencintai diri sendiri.
Cinta seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antara swami dan istri. la merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga :
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir . QS, Ar-Rum, 30:21)
Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan kcturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah terbentuk keluarga. Dad keluarga terbentuk masyarakat dan bangsa. Dengan demikian bum i pun, menjadi ramai, bangsa-bangsa saling
kenal mengenal, kebudayaan berkembang, dan ilmu pengetahuan dan industri menjadi maju. Islam mengakui dorongan seksual dan tidak mengingkarinya. Jelas dengan sendirinya ia mengakui pula cinta seksual yang menyertai dorongan tersebut. Sebab ia merupakan emosi alamiah dalam diri manusia yang tidak diingkari, tidak ditentang ataupun ditekannya. Yang diserukan Islam hanyalah pengendalian dan penguasaan cinta ini, lewat pemenuhan dorongan tersebut dengan cara yang sah, yaitu dengan perkawinan.
Cinta kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya, maka para ahli ilmu jiwa modem berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan , dan merupakan faktor penting bagi kelasungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia. Ini terlihat jelas dalam do'a Zakaria as, yang memohon pada Allah semoga ia dikarunia seorang anak yang akan mewarisinya dan mewarisi keluarga Ya'qub :
"la berkata : "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo'a kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnyya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, rnaka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai : QS, Maryam, 19:4-6)
Cinta kebapakan dalam Al-Qur'an diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh. rasa cinta, kasih sayang, dan belas kasihan, untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak :
"....Dan Nuh memanggil anaknya - sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil - : "Hai..anakku, naiklah (kekapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama-lama orang-orang yang kafir ".(QS, Yusuf, 12:84)
Cinta ini nampak pula dalam doa nabi Nuh as, yang memohon pada Allah semoga anaknya selamat :
"Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata : "Ya Tuhanku, Sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya (QS, Hud, 11:45)
Biasanya cinta kebapakan nampak dalam perhatian seorang bapak pada anak-anaknya, asuhan, nasehat, dan pengarahan yang diberikannya pada mereka, demi kebaikan dan kepentingan mereka sendiri.
Cinta kepada Allah
Puncak cinta manusia, yang paling bening, jemih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja,
tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya:
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah maha pengampun lagi maha penyayang" (QS, Ali Imran, 3:31)
Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta ini pun juga akan membuatnya menjadi seorang yang cinta pada sesama manusia, hewan, semua mahluk Allah dan seluruh alam semesta. Sebab dalam pandangannya semua wujud yang ada di sekelilingnya mempunyai manifestasi dari Tuhannya yang membangkitkan kerinduan-kerinduan spiritualnya dan harapan kalbunya.
Cinta kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempuma bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.
Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Ra$ulullah yang telah menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh penjuru dunia, dan membawa kemanusiaan dari kekelaman kesesatan menuju cahaya petunjuk.
C. ICAS1H SAYANG
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum Bahasa indonesia karangan W.J.S.Poerwadanninta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta:Percintaan muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka didalam berumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.
Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dittintut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran, terancamlah kebahagiaan rumah tangga itu.
Yang dapat merasakan kasih sayang bukan hanya suami atau istri atau anak-anak yang telah dewasa, melainkan bayi yang masih merahpun telah dapat merasakan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Bayi yang masih merah telah dapat mengenal suara atau sentuhan tangan ayah ibunya. Bagaimana sikap ibunya memegang/menggendong telah dikenalnya. Hal ini karena sang bayi telah mempunyai kepribadian.
Kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua. pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya talc boleti lepas dari kasih sayang
dan perhatian orang tua. Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
Suatu kasus yang sering terjadi, yang menyebabkan seseorang menjadi morfinis, keberandalan remaja, frustasi dan sebaginya, dimana semuanya dilatar belakangi kurangnya perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarganya.
Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bennacam-macam demikian pula sebaliknya. Dan cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :
1)Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-materiil dengan sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja, mengiyakan, tanpa memberikan respon. Hal ini menyebabkan si anak menjadi takut, kurang berani dalam masyarakat, tidak berani menyatakan pendapat, minder, sehingga si anak tidak mampu berdiri sendiri di dalam masyarakat.
2)Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini si anak berlebih-lebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih sayang ini diberikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak, tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.
3)Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif.
Di sini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri, tanpa saling memperhatikan. Kehidupan keluarga sangat dingin, tidak ada kasih sayang, masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur sapa jika tidak perlu. orang tua hanya memenuhi dalam bidang materi saja.
4)Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai, saling menghargai, saling membutuhkan.
Kasih sayang itu nampak sekali bila seorang ibu sedang menyusui atau menggendong, bayinya itu diajak bercakap-cakap, ditirnang-timang, dinyanyikan, meskipun bayi itu tak tahu arti kata-kata, lagu dan sebagainya.
Asrus Sani dalam sajaknya "surat dan Ibu" mengungkapkan betapa tulus cinta kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Coba anda perhatikan sajak Asrul Sani di bahwah
SURAT DARI IBU
Pergi ke dunia luas anakku sayang Pergi ke hidup bebas
selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinari daun daunan dalam rimba dan padang hijau
pergi ke dunia lepas, anakku sayang pergi ke alam bebas
selama hari belum petang
dan wama senja belum kemerah-merahan menutup pintu waktu lampau
Jika bayang telah pudar
dan elang laut pulang ke sarang
angin bertiup ke benua tiang-tiang akan kering sendiri
dan mahkota sudah tahu pedoman
boleh engkau datang padaku kembali pulang anakku sayang
kembali ke balik malam
jika kapal telah rapat ke tepian
kita akan bercerita
tentang cinta dan hidupmu pagi had
Dalam sajaknya itu, Asrul Sani mengungkapkan betapa tulus dan cinta kasih sayang seorang ibu kepada anaknya bukan dengan memanjakannya melainkan dengan nasehat dan petuah-petuah agar anaknya pergi menuntut ilmu ke negeri seberang, dan mencari pengalaman hidup sebanyak-banyaknya. Kalau anaknya telah menjadi "orang" barulah ia boleh pulang, dan si ibu akan membicarakan masa depannya, hidup berumah tangga.
Dalam sajaknya yang lain yaitu "elang laut", Asrul Sani secara simbolik juga mengungkapkan pengalaman batinnya tentang kasih sayang, tanggung jawab dan pengorbanan yang tulus dan seekor induk elang laut terhadap anak-anaknya, tanpa menghiraukan dirinya. Akhimya sang induk gagal membawakan makanan untuk anak-anaknya di sarang, karena ditengah jalan setelah terbang mati-matian melawan badai ia mati dan tenggelam ke dasar lautan. Dan anak-anaknya pun mati kelaparan di sarangnya. suatu musibah keluarga yang sungguh tragis. Dibawah ini dikutipkan sajak elang laut karya Asrul Sani.
ELANG LAUT
Ada elang laut terbang senja hari
antara jingga dan merah surya hendak turun
pergi ke sarangnya apakah is tabu juga bahwa panggilan cinta
tiada ditahan kabut yang menguap pagi hari
bunyinya menguak suram lambat-lambat
mendekat, keatas runjam karang putih
makin nyata
sekali ini jenu dan keringat tiada akan punya daya
tapi topan tiada mau
dan mengembus ke alam luas
jatuh clang laut
ke air bin', tenggelam
dan tiada timbul lagi
rumahnya digunung kelabu
akan ten's sunyi
satu-satu akan jatuh membangkai
ke bumi, bayi-bayi kecil tiada bersuara hanya anjing
malam hari meraung menyalak bulan yang melengkup sunyi
suaranya melandai turun ke pantai
jika segala
senyap pula
berkata pemukat tua
"anjing meratapi orang coati"
Ada bermacam-macam kasus kasih sayang dalam kehidupan. Semua orang tua mengharapkan hidup anaknya bahagia. Karena itu, tidak sedikit orang tua menumpahkan kasih sayang secara berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan pendapatnya. Ada yang - secara berlebihan, disiplin, secara memberikan kebebasan dan sebagainya. Karena itu ada yang berhasil, tetapi banyak juga yang gagal.
Bila orang tua menumpahkan kasih sayang secara bedebilian, maka carat itu cenderung kepada pemanjaan. Seperti dalam novel "salah Asuhan" karangan Abdul Wis.
Sungguhpun ibunya orang kampung, dan selamanya tinggal diam
di kampung saja, tapi sebab kasih kepada anaknya, ditinggalkannya =nab gadang di kota Anau, dan tinggallah ia bersama-sama Hanafi•
Solok.
Maka tiadalah ia segan-segan mengeluarkan uang buat naengisi nunah sewaan di Solok itu secara yang dikehendaki oleh anaknya.. Hanafi berkata, bahwa ia dari kecihiya hidup di dalam nunah orang Belanda saja; jadi tidak senanglah hatinya, jika aturan mengisi rumakika lidak mengarah-arah itu pula.
Tapi sepanjang hari orang tua itu termangu-mangu sanaja; lairena dari beranda muka sampai ke dapur dan kamar mandi diperbuat secara aturan rumah orang Belanda. Perempuan Bumiputera dari kampung memang lebih senang duduk bersimpuh dari pada di atas kursi. la gemar sekali berkunjung-kunjung dengan orang lain. Tempat sirih, tempat ludahnya dan dapur itulah barang-barang yang sangat digemarinYi melihat setiap hari; itulah dunianya.
Tapi hanafi sekali-kali tidak mengindahkan segala kesenangan ibunya itu. Setiap sudut rumah sudah dipenuhi meja-meja keCil, tempat pot bunga dan lain-lain, sedang yang diadakan oleh ibunya buat kesenangan orang tua itu, selalu dibantahinya.
"Ibu orang kampung dan perasaan itu kampung semua,"demikian ia berkata, kalau ibunya mengembangkan pennadani diberanda belakang, buat menanti tamu yang sesama tuanya. "Di nunah gadang, di kota Anau, tentu boleh menabur lantai sepenuh nunah, tetapi disini ldta di dalam kota, tamuku orang Belanda saja."
"penat pinggangku duduk di kursi dan berasa perai kakiku duduk berjuntai, Hanafi," sahut ibunya, "kesenangan ibu hanyalah duduk di bawah, sebab semenjak ingatku dibawah saja."
"Itulah salahnya, ibu, bangsa kita dari kantpung; tidak suka menurutkan putaran jaman. Lebih suka duduk rungkuh dan duduk mengukul saja sepanjang hari. Tidak ubah dengan kerbau bangsa kita, bu ! dan segala sirih menyirih itu brr !!!"
Akhimya orang tua itu tidak berani lagi mengubah sesuatu apa di dalam nunah, melainkan dibersihkan saja sesuatu sudut dimuka dapur, disanalah ia bersenda gurau atau menerima tamu yang datang. makin lama makin bimbanglah hatinya melihat anak yang kebelanda-belandaan itu. Pakaiannya cam Belanda, pergaulannya dengan orang Belanda saja.
Jika kita berbahasa melayu, meskipun dengan ibunya sendiri, maka dipergunakan bahasa Riau, dan kepada orang yang di bawahnya ia berbahasa cara orang Betawi, begitupun juga sebagai dipatah-patahkan lidahnya dalam bahasa sendiri.
Yang sangat menyedihkan hati ialah bagi Hanafi segala orang yang tidak pandai bahasa Belanda, tidaklah masuk bilangan. Segala hal ikhwal yang berhubungan dengan dengan orang melayu dicatat dan dicemoohkan sampai kepada adat lembaga orang melayu dan agama Islam tidak mendapat perindahan serambut juga. Adat lembaga disebut tahyul. tidak heran kalau ia hidup tersisih benar dari pergaulan orang melayu. hanyalah kepada ibunya ada melekat hatinya.
Acap kali benar ia berkata, terutama kepada orang Belanda, "bahwa negeri Minangkabau sungguh indah, hanya sayang sekali penduduknya si minangkabau." Tapi, katanya pula seindah-indahnya negeri ini, bila tidak ada ibuku, niscaya sudah lamalah kutinggalkan."
Demikian juga ibunya, hanya suka menahan sakit senangnya di rumah Hanafi, karena kasih kepada anak yang hanya senang itu saja.
Pada suatu hari, sedang ia duduk berbaring di atas sebuah kursi malas di dalam kebun, sedang air mukanya jemih, pikirannya rupa selesai, maka menghampirilah ibunya, lalu duduk di atas bangku yang ada di dekat kursi itu.
"Hanafi," katanya, "sudah lama benar ibu hendak berhandai-handai dengan engkau, tapi kulihat engkau ada di dalam kesepian saja. Saat ini, sedang air mukamu jemih, keningmu licin, bolehkah ibu menutur niatku itu, supaya jangan menjadi dun dalam daging kesudahannya."
"Apa pula yang terasa di hati ibu, yang terhalang di mata, ceritakanlah. Gunung talangkah hendak meletus, padi sawah di makan tikus?"
" Bukan itu, Hanafi ! hanya penting sekali, penting buatmu, penting buat ibu, penting buat kita sekalian. Ingatlah anakku hanya engkau seorang saja, ayahmu sudah sampai ajalnya, tidak lain hidupku hanyalah buat engkau sendiri saja.
Hanafi memasang sebatang sigaret dan dengan tidak memandang kepada ibunya, berkatalah ia :
"berceritalah saya mendengarkan !"
"sudah berkali-kali mamak-mamakmu dan kampung datang kemati."
"Oh penting sekali. Benar, jika mereka hendak makan enak tidak ada keberatan bagiku, bila mereka setiap hari datang kemari. Hanya selagi saya di kantor saja bu, sebab saya memang tidak bergaul dengan orang-orang serupa itu. Saya disuduk, ia dihilir."
"Bukan buat makan-makan datang kemari, Hanafi, tapi bestir sungguh yang dimaksud. Rumah gadang hendak runtuh..."
" 0. saya pula yang mesti menarah dan memahat di sana?. Bagus!
Bukan hendak menyuruh engkau menarah dan memahat disana, mereka datang kemari, Hanafi hanya rumah nmtuh itu buat sebut-sebutan sahaja. Yang sebenar-benamya janggal benar rupanya, karena engkau tidak meiihat-lihat nunah kita. Sebenamya dari dahulu maksud mereka hendak mengangkat menjadi penghulu "
"He, na..ha...! bu ! benarkah pendengaranku ? menjadi penghulu ?-saya akan menjadi penghulu dan akanbelajar sembah menyembah-baik, asal mereka sutra si buyung aku jadikan penongkat!"
"Hanafi, hanafi ! sudah ada di dalam kira-kira ibu, bahwa engkau akan mencemooh pula maksud orang tua-tua yang mulia itu, jadi buat mencegah jangan hati mereka tersinggung, sudahlah ibu tutup pembicaraan itu dari pangkalnya. Demikian juga tentang maksud mereka hendak Mempeffimahkan engkau sudah ibu habisi dengan menyatakan tidak boleh jadi."
Dengan contoh kasus pemanjaan di atas jelas sekali, bahwa tidak ada anak yang dimanjakan menjadi anak yang baik, yang saleh. yang berbakti kepada orang tua.
D. KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan pada dasamya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya makna kasih mengatakan "jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, is terlempar ke luar dan cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain".
Pemyataan ini dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah "romeo dan Juliet", bila di Indonesia kisah Rom mendut-Pronocitro.
Yose Ortage Y Gasset dalam novelnya "On love" mengatakan "dikedalaman sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan obyek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya".
Selanjutnya Yose mengatakan, bahwa si pencinta tidaklah kehilangan pribadinya dalam aliran enersi cinta tersebut. Malahan pribadinya akan diperkaya, dan dibebaskan. Cinta yang demikian merupakan pintu bagi seseorang untuk mengenal dirinya sendiri.
Kemampuan mencinta memberi nilai hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.
Dan uraian di atas terlihat betapa agung dan sucinya cinta itu. Bila seseorang mengobral cinta, maka orang itu merusak nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinya sendiri.
Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemcsraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta.
Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni scsuai dengan kemampuan dan bakatnya. Rendra dalam puisinya " Episode " misalnya, melukiskan bctapa kemesraan cinta merasuk kedalam jiwa dua sejoli muda-mudi yang sedang menjalin cinta.
Kami duduk berdua
di bangku halaman rumahnya
pohon jambu di halaman itu
berbuah dengan lebatnya
dan kami senang mcmandangnya
angin yang lewat
memainkan daun yang bcrguguran
tiba-tiba is bertanya
" mengapa sebuah kancing bajumu
lepas terbuka ?"
aku hanya tertawa
lalu is sematkan dengan mesra
sebuah Deniti menutup bajuku
sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya.
Kemesraan cinta tidak saja terpatri dalam lubuk hati masing-masing tetapi juga memancar dari sinar mata keduanya yang betting dan belaian-belaian mesra jari-jcmari mereka yang bergetar.
Tiap manusia pemah bercinta, hanya saja tidak setiap manusia dapat melahirkan rasa cinta dalam bentuk seni. Bagi penyair mencurahkan rasa cintanya adalah biasa. Kalau Rendra mencurahkan kemesraannya dalam bentuk puisi, maka Chairil Anwar mencurahkan kemesraannya dalam bentuk yang bebas dari bentuk yang telah ada. Coba resapilah sajak kemesraan Chairil Anwar di bawah ini :
AJAKAN
Ida
menembus sudah cahaya
udara tebal kabut kaca hitam lumut pencar-pencar sekarang
di ruang tengah lapang
man ria lagi
tujuh belas tahun kembali
bersepeda sama-gandengan
kita jalani ini jalan ria bahagia
tak acute apa-apa gembira riang
biar hujan datang
kita mandi basahkan din
tahu pasti sebentar kering lagi.
Dalam seni tari berbagai daerah mengenal bentuk tari kemesraan seperti tari "karonsih" dari Jawa Tengah, tari "Gatotkaca Gandrung" juga dari Jawa Tengah. Tan Merak dan Jawa Barat, dan lain-lain yang biasanya ditarikan dalam resepsi pericawinan.
Dalam cerpen "transaksi" karangan Umar Nur Zain diceritakan tokoh "aku" , seorang pejabat yang berlagak dennawan. Biasanya untuk mendapatkan tanda tangannya sering kali pars bawahan menyatakan terima kasih mereka dengan macam-macam bentuk antara lain wanita segar berikut seluruh rekening hotel dan restoran.
Puspa seorang istri pemain band yang tidak begitu terkenal. Band suaminya dikontrak sebuah nigt-club kecil; karena pengunjung mengurang, penghasilannya mengecil. Anak puspa sakit mata dan hampir buta dan untuk operasi diperlukan uang setengah juta rupiah yang hams dilaksanakan di Manila.
Untuk keperluan itu "aku" bersedia membayar setengah juta rupiah kepada Puspa, asal is mau mengawaninya di hotel semalam suntuk.
Transaksi terjadi, Puspa menerima uang setengah juta rupiah. Uang tersebut adalah untuk mengobati mata anaknya di Manila.
Cerpen itu mampu mengajak kita prihatin perihal solidaritas nasional. Misalnyaperihal moral Puspa dan moral "aku" dari sudut pelajaran agama. Belum lagi soal belum libilnya honor musisi kita dan masih banyak lagi. Beikat kecermatan penulis terhadap atribut kota Metropolitan Jakarta membuat penelaah beranggapan ceipen tersebut mempunyai identitas
Indonesia. Pada hakekatnya penulis memprotes sengit kebanglautan dan menyimanya moral kita dewasa
E. PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenamya. Apa sebab itu terjadi adalah karena Tuhan mencipta alam semesta. Seperti dalam surat Al-Furgon ayat 59 - 60 yang menyatakan, " Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa diantara keduanya dalam enam rangkaian masa, kemudia dia bertahta di atas singgasana-Nya. Dia maha pengasih, maka tanyakanlah kepada-Nya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui". Selanjutnya ayat 60, "Bila dikatakan kepada mereka, sujudlah kepada Tuhan yang maha pengasih ".
Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur segalanya, bile manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia memuja-Nya. Dalam surat Al-Mu'minin ayat 98 dinyatakan, " Dan aku berlindung kepada-Mu. Ya Tuhanku, dari kehadiran-Nya di dekatku.
Karena itu jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia, Karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Danpenciptaan semesta untuk manusia.
Kalau manusia cinta kepada Tuhan, karena Tuhan sungguh maha pengasih lagi maha penyayang. Kecintaan manusia itu dimanifestasikan dalam bentuk pemujaan.:atau sholat. Dalam surat An-Nur ayat 41 antara lain menyatakan, "apakah engkau tidaktalm bahwasanya Allah itu dipuja oleh segala yang ada di bumi dan dilangit...".
Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesual dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Sholat di rumah, di mesjid, sembahyang 41 pure, di candi, di gereja bahkan ditempat-tempat yang dianggap keramat menrpakan perwujudan dari pemujaan kepada Tuhan atau yang dianggap Tuhan.
Pemujaan-pemujaan itu sebenamya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. hal ini berarti manusia mohon ampun alas segala dosanya. mohon pedindungan, mohon dilimpahlcan kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekurangan yang ada padanya, dan lain-lain.
Bila setiap hari sekian kali manusia memuja kebesarannya dan selahi mohon apa yang kita inginkan, dan Tuhan selalu mengabulkan permintaan umat7Nya, ruaka w*arlah cinta manusia kepada Tuhan adalah cinta mutlak. Cinta yang talc dapat ditawar-tawar lagi. Alangkah besar dosa kita, apabila kita tidak mencintai-Nya, meskipun hanya sekejap.
Dalam seni prosa misalnya banyak cerita yang mengagumkan nama Tuhan, misalnya roman "Di Bawah Lindungan Ka'bah" karangan almarhum -Hamka, yang Inennakberatkall pada kehidupan agama sebagai latar belakang cerita.
DalanY novel ini diceritakan tcntang Hamid menjadi anak yatim sctelah berumur 4 tahun. Sepeninggal ayahnya, ibu Hamid bcrjualan kue dan Hamid yang mcnjajakannya. H.Jafar yang hartawan dan dermawan mcmungut Hamid untuk disekolahkan bersarna-sama putcri tunggal H.Jafar, yang umumya dua tahun lchih muda dari Hamid, namanya Zainab. Hamid dan Zainab dianggap abang dan adik. Sctclah tamat dan bcrijazah Mulo, Zainab tinggal di rumah, masuk pingitan, scdangkan Hamid bersekolah agama di Padang Panjang. Perpisahan ini mcmbuat Hamid kesepian. karena dengan diam-diam masing-masing abang dan adik itu bersemi benih cinta di hatinya.
Malang tak dapat ditolak, H.Jafar meninggal dunia. Kematian ini membuat perubahan hcsar pada Hamid. la iarang.. mcndatangi Zainab "kekasihnya" clan ibunya.
Sebelunt ihu Hamid meninggal dunia. is berpesan agar Harald mclupakan cintanya kepada Zainab, karena antara Zainab dan dia tidak sepadan kcdudukannya di masyarakat.
Mak Asiah, ibu Zainab minty kcpada hamid untuk membujuk Zainab, agar Zainab mau kawin dcngan kemenakan almarhum H.Jalar. ayahnya, dengan maksud agar kckcluargaan [clap utult.Betapa bcrat hati Hamid mcnyampaikan pennintaan ihu angkatnya itu untuk membujuk "kekasihnya" agar mau kawin dcngan orang lain.
Tugas itu dilaksanakan, namun Zainab tak hcndak kawin dulu. Scsudah peristiwa itu, Hamid mcninggalkan scpucuk surat kepada Zainab. bahwa is akan pergi dengan tujuan tak menentu. Dalam perantauannya sampailah is ke tanah suci, Mckkah. Disana is 'Ratna istri Salch kawan akrab Zaenab, berkirint surat kcpada
suaminya di Mekkah, antara lain menccritakan balm a Zacnab sakit sepcninggal Hamid. Dan dalam surat itu ditcrangkan bahwa Zacnab selalu mcnunggu kedatangan hamid. Zacnabpun bcrkirim surat kcpada hamid, yang mcnyatakan, bila Hamid tak scgera datang, is akan meninggal dunia. Karma surat Zacnab itu, Hamid jatuh sakit. Deimunnya makin kerns, pada waktu berwukur di Arafah. Dalai]) kcadaan yang gawat, datang telegram dan istri Salch, bahwa Zacnab meninggal dunia. Mendengar berita itu, Hamid yang sedang ditandu claim bertawaf mengelilingi
ketujuh kalinya is meninggal di bawah lindungan Ka'bah dengan senyuman, tanda rcla dan scmpuma.
Hamid yang tak tersampaikan cintanya, meskipun cintanya terbalas, Iebih suka mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam Roman ini kita jumpai moral yang, tinggi para pelakunya. Kehalusan perasaan tokoh utamanya Hamid dan Zainab dilukiskan dengan indah oleh penulisnya. Betapa hancur hati seOrang kekasih yang harus menasehati kekasihnya agar
mau menikah dengan orang lain. Palatial kekasihnya adalah belahan hatinya. bagaimana orang sampai hati menyerahkan belahan hatinya kepada orang lain. Pesan ibunya agar melupakan cintanya kepada Zainab tertanam dalam lubuk hatinya karena itu ia lebih suka menjauhkan diri.
F. BELAS KASIHAN
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape ialah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara. clan ketiga cinta Amor/ems ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta erns dan amor ini ialah cinta eros karena kodrati sebagai laki-laki dan perempuan, scdangkan cinta amor karcna unsur-unsur yang sulit dinanar, misalnya gadis normal yang cantik mcncintai dan mau dinikahi seorang pemuda yang kerdil.
Disamping itu masih ada cinta lagi yaitu cinta terhadap scsama. Cinta terhadap sesama merupakan perpaduan antara cinta agape dan cinta philia.
Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membcdakan antara cinta kcpada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan.
Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaannya. Penderitaan ini mengandung arti yang luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim, yatim piatu, pcnyakit yang dideritanya, dan sebagainya.
Jadi kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Kemudian apa bedanya Rahmah dengan Rahman ? kalau Rahman ada unsur memberi. Misalnya seseorang memusuhi kita, tetapi kita tidak membalasnya, malahan kita jadikan dia sebagai teman baik. Jadi pengertian rahmah adalah kita menaruh perhatian (simpati) terhadap penderitaan orang lain, lalu kita menunjukkan jalan keluar kepadanya. Tetapi kalau kita menaruh rasa simpati kepada orang yang tidak dalam kesulitan, sehingga menyebabkan rusak (menjerumuskan), maka hal itu disebut memanjakan.
Dalam surat Al-Qolam ayat 4, maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlalc. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi betas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
Dalam esai on love ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuan tanpa syarat. Itu berarti dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsur panirih. Belas kasihan yang kita tumpahkan benar-benar keluar dan lubuk hati yang ikhlas. Kalau kita memberikan uang pada pengemis agar mendapatkan pujian, itu berarti tidak ikhlas, berarti ada tujuan tertentu. Hal seperti itu banyak terjadi dalam masyarakat.
a. cara-cara menumpahkan belas kasihan
Dalam kehidupan banyak sekali yang hams kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkan belas kasihan. yang perlu kita kasihani antara lain: yatim piatu, orang orang jompo yang tidak mempunyai ahli warts, pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerja. orang sakit di rumah sakit, orang cacat, masyarakat kita yang hidup menderita dan sebaginya. Orang-orang itu umunya menderita lahir dan batin dan umumnya sedikit tangan yang menaruh belas kasihan.
Berbagai macam cam orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan dan sebagainya.
Bahkan Pangeran Sidharta menyatakan belas kasihan kepada rakyatnya dengan jalan meninggalkan istana untuk menjadi biksu. Pada suatu hari pangeran sidharta keluar istana diiringi hamba sahayanya secara diam-diam. Dalam penalanan itu dia menjumpai orang sakit: ia tanyakan kepada hambanya, "mengapa orang itu ?" dijawabnya pertanyaannya itu. Kemudianm bertemu dengan orang mati, ditanyakan kepada hambanya, "mengapa orang itu diusung, mengapa mati, dan sebaginya". Setelah dijawab semua pertanyaan itu,maka merenunglah Sidharta. Setiba di Istana tergoda hatinya oleh penderitaan di luar istana dan dibandingkan dengan kemewahan di istana.
Akhimya ia memutuskan untuk meninggalkan istana, pergi ke hutan mencari arti hidup. Betapa pilu hati ayah bundanya menyaksikan putra pengerannya, calon penggantinya berpakaian biksu sedang mengemis di pasar. Sekali tidak diberi, dua kali tidak diberi, dan untuk ketiga kali dan terakhir kali tidak juga diberi, kembalilah ia kd hutan tempat ia bertapa sampai hart yang diijinkan untuk mencari makan dengan cara mengemis. pangeran Sidharta akhimya menjadi Budha Gautania penyebar agama Budha.
G. CINTA KASIH EROTIS
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antar orang-orang yang sania-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta ksih tidak terbatas kepada seseorang saja. Bila saya kasihi saudara saya, semua anak saya, disamping itu bahkan saya saya kasihi semua anak-anak yang membutuhkan saya. Berlawanan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan yang sempuma, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara dua orang yang asing satu sania lain. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu, pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah sementara saja. Bilamana orang asing tadi telah menjadi seseorang yang diketahui secara intim , tak ada lagi rintangan yang hams diatasi, tidak ada lagi kemesraan tiba-tiba yang hams diperjuangkan. Pribadi yang dicintai telah dipahami orang seperti dirinya sendiri. Atau barangkali hams
dikatakan "kurang" dipahami seperti dirinya sendiri. Apabila terdapat perasaan yang telah mendalam terhadap pribadi yang lain apabila orang dapat mengalami ketakterhitungan pribadinya sendiri, maka pribadi orang lain tidak pemah akan begitu biasa baginya, dan keajaiban mengatasi rintangan-rintangan dapat terjadi lagi berulang-ulang tiap hari. Tetapi, untuk kebanyakan orang pribadinya, seperti juga pribadi orang lain, mudah dipahami cukup lengkap. Untuk mereka intimitas atau kemesraan itu terutama diperoleh dengan cara hubungan seksual. Karena meereka mengalami keterpisahan orang lain terutama sebagai keterpisahan fisik, maka dengan dengan mengadakan penyatuan fisik, orang telah mengatasi keterpisahan tersebut, demikian anggapannya.
Disamping itu terdapat pula faktor-faktor lain yang untuk banyak orang mempunyai arti sebagai cara-cara mengatasi keterpisahan, seperti bercakap-cakap tentang kehidupan diri pribadi, tentang pengharapan-pengharapan dan kecemasan-kecemasannya, menampakkan diri dengan segi-segi keanehannya, mengadakan hubungan dan minat yang sama terhadap dunia sekitar, semuanya itu dilaksanakan untuk mengatasi keterpisahan. Bahkan dengan memperlihatkan kemarahannya, kebenciannya, dan memperlihatkan kekurangannya menahan diri, semuanya dianggap bahwa telah dicapai intimitas. Hal ini dapat menerangkan adanya daya tank perversi (busuk). Yang kerap kali terdapat diantara sepasang pengantin yang rupa-rupanya hanya dapat berdekatan (intim) yang satu terhadap yang lain bila mereka berada di tempat tidur atau bila mereka saling melepaskan amarahnya terhadap satu sama lain. Tetapi semua jenis intimitas semacam ini kian lama kian cenderung untuk berkurang. Akibatnya ialah bahwa orang mencari hubungan cinta kasih dengan orang lain, dengan seorang asing barn yang kemudian pada gilirannya diubah lagi menjadi dangkal sehingga berakhir dengan keinginan untuk menaklukannya sekali lagi, untuk memperoleh cinta barn lagi, senantiasa dengan berilusi bahwa cinta yang baru itu akan berbeda pula dengan yang sudah-sudah. ilusi-ilusi ini sangat mudah diperoleh karena sifat keinginan seksual yang sangat mudah menipu diri sendiri.
Keinginan seksual menuju kepada penyatuan diri, tetapi sekali-kali bukan merupakan nafsu fisis belaka, untuk meredakan ketegangan yang menyakitkan. Keinginan seksual dapat distimuli, dirangsang oleh ketakutan karena sepi, oleh keinginan untuk menaklukan atau untuk ditaklukan, oleh keangkuhan, oleh keinginan untuk menyakiti, bahkan oleh keinginan untuk memusnahkan. Semua itu dapat memberikan stimulasi yang sama beratnya dengan cinta kasih. Rupa-rupanya keinginan seksual dengan mudah dapat dicampuri atau distimulasi oleh tiap-tiap perasaan yang mendalam, sedangkan cinta kasih merupakan salah satu diantaranya. oleh karena bagi kebanyakan orang keinginan seksual senantiasa disamakan dengan gagasan cinta kasih, mereka mudah terbawa oleh kesimpulan yang salah bahwa mereka sedang mencintai dan mengasihi yang lain, sedangkan yang sebenamya terjadi ialah bahwa mereka saling menginginkan secara fisis.
Cinta kasih dapat merangsang keinginan untuk bersatu secara seksual. Dalam hal itu, hubungan fisis tadi tidak memperlihatkan sifat-sifat yang rakus atau serakah dalam keinginan untuk menaklukan atau untuk ditaklukan, tetapi akan tercampur dengan kehalusan bertindak serta kemesraan. Apabila keinginan untuk penyatuan fisis tidak dirangsang oleh cinta kasih, apabila cinta kasih cards tidak juga merupakan cinta kasih kesaudaraan, is hanya akan
membawa kita kepada penyatuan yang bersilat orgiastic (pesta pora) dan sementara saja. Daya tarik seksual untuk sementara waktu menimbulkan khayalan penyatuan. Namun tanpa cinta kasih, scbenamya penyatuan ini mcmbiarkan dua orang asing tctap berjauhan yang satu dengan yang lain seperti sebelumnya. Kadang-kadang hal itu menimbulkan rasa malu diantara 'pucka, bahkan menimbulkan rasa bend yang satu terhadap yang lain karcna, apabila khayalannya tclah hilang, mercka Icbih Icbih mcrasakan kcasingan mcrcka yang saw terhadap yang lain. Kemesrazin sama sekali bukan mcrupakan sublimasi naluri-naluri seksual seperti yang diyakini oleh Freud. inelainkan mcrupakan hasil langsung dart cinta kasih kesaudaraan, clan tcrdapat balk dalam bentuk-bentuk ccinta kasih lisis maupun psikis.
Dalam cinta kasih erotis tcrdapat eksklusivitas yang tidak tcrdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan. Ciri-ciri eksklusif dalam cinta kasih erotis ini perlu dibicarakan leblh lanjut. Kcrap kali eksklusivitas dalam cinta kasih erotis disalah tafsirkan dan diartikan scbagai suatu ikatan hak milik. String kita jumpai scpasang orang-orang yang sedang saling mencinta tanpa merasakan cinta kasih terhadap sctiap orang lainnya. Cinta kasih mcreka scbenamya merupakan semacam egoismc dua orang - mereka mcrupakan dua orang yang saling mcnemukan kcsamaan clan yang telah mengatasi keterpisahannya dengan cara "satu individu mcwakili dua individu. Mereka mempunyai pcngalaman mengatasi ketcrpisahan. Namun, karena mercka sendiri tcrpisah dari sisa kcmanusiaan itu, mereka tctap terpisah yang satu dart yang lain, dan tetap asing terhadap din sendiri. Pengalaman mereka tentang penyatuan merupakan suatu ilusi. Cinta kasih itu cksklusif, tetapi didalam cinta kasih kcpada sescorang itu sckaligus dicintai dan dikasihaninya scluruh kemanusiztan. semua yang hidup. Cinta kasih erotis itu eksklusif hanyalah (Wan arti baahwa sescorang dapat menyatukan dirinya secara lendap dan intensif hanya dengan satu orang lain saja. Cinta kasih erotis mcngcksklusilkan cinta kasih terhadap orang lain hanyalah dalam segi-segi fusi dulls dan keikutsertaan scicngkapnya dengan semua aspek kehidupan orang-orang lain, tetapi bukan dal= arti cinta kasih kcsaudaraan yang mendalzun terhadap orang lain.
Cinta kasih dolls apabila is benar-benar cinta kasih, mempunyai saw pendirian, yaitu bahwa sescorang sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya, dan mencrima pribadi orang lain (wanita ataupun pria_ dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya. Pada hakekatnya, semua inahluk manusia itu idcntik. Kita scmuanya merupakan bagian dari saw; kita merupakan satu. Karena demikian halnya. maka scbenamya tak usahlah kita ambit pusing siapa yang kita cintai dan kita kasihi. Cinta kasih pada hakekatnya mcrupakan suatu perbuatan kemauan, suatu keputusan untuk mengikat kehidupan dengan kehidupan sescorang lain. Hal ini memanglah merupakan dasar gagasan bahwa suatu pemikahan tradisional, yang kcdua mempelainya tidak pcmah memilih todolinya sendiri, tempi telah dipilihkan untuknya oleh orang lain, yang diharapkan ialah bahwa mereka akan sitting mencinta dan mengasihi. Dalam kcbudayaan Barat /alum sekarang, gagasan itu temyata tidak dapat diterima sama sekali. Cinta kasih dianggap sebagai hasil suatu reaksi emosional dan spontan. seolah-olah kita dengan tiba-tiba tercekam oleh perasaan yang tidak dapat dielakkan. Menurut pandangan ini, orang hanya mcmperhatikan ciri-ciri kcdua individu yang bersangkutan, dan mengabaikan fakta bahwa semua lclaki merupakan bagian dari adam, dan bahwa semua wanita merupakan bagian dari Hawa. Ada pula orang yang meinandang bahwa faktor yang penting di dalam cinta kasih erotis itu adalah keinginan.
Mcncintai dan mengasihi sescorang bukan hanya mcrupakan perasaan yang kuat, mclainkan mcrupakan suatu putusan, suatu pcnilaian, suatu perjanjian. Apabila cinta kasih hanya merupakan perasaan saja, tidak ada dasamya untuk saling berjanji akan mcncintai dan mengasihi untuk sclama-lamanya. Pcrasaan itu dapat timbul dan tenggclam pula. Bagaimanakah saya dapat memastikan bahwa perasaan itu akan menetap selama-lamanya bila perbuatan saya itu tidak mcngandung suatu- pcnilaian dan putusan ?.
Dcngan memperhatikan pandangan-pandangan ini, maka dapat sampai kcpada pendapat bahwa cinta kasih hanyalah merupakan perbuatan kemauan dan mengikat diri saja schingga pada dasamya tidak usah dipcdulikan siapa-siapa kcdua orang yang tcrlibat di dalamnya. Apakah pemikahan itu diatur olch orang lain ataukah merupakan hasil pilihan individual, hal itu bukan menjadi soal. Yang terpenting sesudah pemikahan itu dilangsungkan ialah bahwa perbuatan kemauan seharusnya menjamin kclangsungan cinta kasih. Pandangan ini rupa-rupanya mcngabaikan ciri paradoks hakekat manusiawi dan cinta kasih crotis. Kita scmuanya satu; namun tiap-tiap diantara kita merupakan mahluk unik yang khas yang tidak Ada duplikatnya. Dalam hubungan kita dcngan orang-orang lain, paradoks itu juga berlaku. Scjauh kita merupakan satu, kita dapat mcncintai dan mengasihi tiap-tiap orang lain sccara sama dalam arti cinta kasih persaudaraan. Tetapi, scjauh kita dalam pada itu juga berbcda, cinta kasih crotis menurut adanya unsur-unsur sangat khas dan individual yang tcrdapat diantara beberapi °rang tchentu saja, tempi tidak pada scittua orang.
Dcngan demikian maka, balk pandangan bahwa cinta kasih crotis mcrupakan atraksi individual bclaka maupun pandangan bahwa cinta kasih crotis itu tidak lain dari pada perbuatan kemauan, kcdua-duanya benar, atau Ichih tcpat jika dikatakan bahwa tidak tcrdapat pada yang satu, juga tidak pada yang lain, Olch karcna itu, gagasan bahwa hubungan pemikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak bersukses didalamnya, merupakan gagasan yang saris sekali keliru dengan gagasan bahwa hubungan scmacam itu, di dalam kcadaan bagaimanapun, tidak bolch diputuskan.
TES FORMATIF IV
1. Kasih sayang merupakan perasaan simpati antara:
A.manusia terhadap Tuhan
B.manusia terhadap sesama saudara
C.pria wanita atau sesama umat
D.anak kepada orang tua atau sebaliknya atau antara saudara sekandung atau antara sekeluarga.
2 . Kasih sayang memerlukan :
A.pengorbanan, kejujuran, kekerasan
B.pengorbanan, kejujuran, kesabaran, dan perhitungan
C.pengorbanan, kejujuran, saling percaya, disiplin
D.pengorbanan, kejujuran, saling percaya dan kekerasan
3. Seorang ibu yang mengasihi anaknya berarti ibu itu :
A.memberikan apa yang diminta anaknya, asal pennintaan itu layak
B.memberikan segala keinginan anaknya,yang penting keinginan itu berguna
C.melarang anaknya pergi jauh-jauh yang tidak perlu
D.a,b,c salah semua
4 . Orang tua yang penuh kasih sayang kepada anak tunggalnya yang bane berumur 10 tahun cenderung memberikan kasih sayang yang berlebihan, kemudian mereka sadar dan mengharapkan anaknya menjadi anak yang baik, maka orang tua hams :
A.menyerahkan anaknya ke asrama anak nakal
B.perlahan-lahan mengurangi hal-hal yang dianggap berlebihan dan perlahan-lahan ditanamkan disiplin
C.panggil pengasuh dan is menjauhkan dirt
D.langsung mencegah atau tidak memberikan apa yang diminta yang dianggap tidak perlu
5. Kemesraan adalah perasaan simpati yang akrab antara :
A.pria wanita, keluarga, orang tua, teman sejenis
B.pria wanita, keluarga, teman sejenis
C.pria wanita, suami istri
D.keluarga, orang tua dan ank-anak, kakak adik
6. Kemesraan menimbulkan daya kreativitas untuk mencipta seni budaya, hal ini karma :
A.setiap orang berjiwa seni
B.setiap orang hanya dapat mengagumi seni
C.setiap orang mempunyai kelebihan
D.A,B dan C salah semua
7. Kemesraan dapat dimanifestasikan dalam bentuk :
A.seni tari, seni pahat, seni lukis, seni ukir, seni drama
B.seni pahat, seni foto, seni film
C.seni lukis, seni pahat, puisi
D.A, B dan C semua betul
8 Berbagai kasus kemesraan dalam kehidupan manusia, hal ini karena :
A.berbagai macam pikiran orang tua dan berbagai pola kondisi dan situasEpenyebabnya
B.berbagai proses pertemuan antara pria dan wanita bergantung kepada tujuan kondisi dan situasi
C.bergantung kepada tujuan dan sarana-sarana yang memungkinkan
D.A, B dan C betul semua
9. Cinta membangkitkan kreativitas. Pengertian kreativitas ,adalah :
A.mencipta, berkarya, mencari, menemukan
B.berpikir, bertanya, berbicara, berdialog
C.berkarya, mencipta, membangun, berdialog
D.A,B dan C betul semua
10. Candi Bombudur adalah tempat pemujaan agama :
A. budha
C. hindu Bali
11. Pada hakekalnya orang bersembahyang itu :
A.berkomunikasi kepada Tuhannya
B.mohon ampun atas segala dosanya
C.•dikabulkan segala doanya
D.A, B dan C betul
12. Perhatikan sajak ini :
Tuhan
Dalam termangu
aku masih menyebut nama-Mu biar susah sungguh
mengingat Kau penuh selunih Arti sajak itu ialah :
B. hindu
D. A, B C semuTbttul
A.kepercayaan terhadap Tuhan ragu-ragu
B.kepercayaan terhadap Tuhan sepenuh hati
C.kepercayaan terhadap Tuhan tidak menentu
D.A, B dan C semua salah
13. Perhatikan salah saw lagu Bimbo ini :
" hati adalah cemin ..." maksudnya ialah :
A.kita selalu bercermin di hati kita
B.baik buruk ada di hati kita
C.yang tahu berdosa atau tidak hanya Tuhan
D.yang tahu berdosa orang lain
14. Dalam roman " Dibawah lindungan ka'bah", karya Hamka. hamid tidak berani meminang Zainab, karena hamid seorang pemuda yang
A. munafik B. tahu diri
C. penakut D. bermoral
15. Masih dalam roman itu juga, Hamid berada di Mekkah karena :
A.melaksanakan ibadah haji
B.melaksanakan ibadah umroh
C.bennukin di Mekkah
D.A, B dan C semua benar
16. Sebagai manusia, selain cinta kepada Tuhan, orang tua, saudara, kita juga cinta kepada sesama. Cinta sesama ini paduan antara unsur cinta :
A.agape dan unsur cinta amor
B.agape dan unsur cinta eros
C.agape dan philia
D.philia dan unsur cinta amor
17. Menurut Ortega Y Gaset, dalam novelnya "On love" dikatakan antara yang mencinta dan yang dicinta ada kebersamaan yang mendasar dan melibatkan selunih eksistensinya. Artinya :
A.pencinta tanpa pamrih mencintai sesamanya
B.bila mencintai sesama tidak boleh tanggung-tanggung
C.pencinta dapat merasakan derita yang dihadapi orang yang dicintai
D.orang yang dicintai cukup diberi uang
18. Orang mempunyai rasa belas kasihan terhadap sesama atas dasar :
A.mengenal baik
B.penderitaan yang dialami
C.kedudukan dalam masyarakat
D.A, B dan C semua benar
19. Cara menumpahkan belas kasihan kepada anak yatim piatu bennacam-macam, antara lain
A.kita pungut disuruh kerja keras
B.kita sekolahkan, segala pemlintaannya kita turuti
C.kita pungut, kita pelihara, disuruh kerja seringan mungkin dan tak usah disckolahkan
D.A, B dan C salah semua
20. Menumpakan belas kasihan dengan menyusun lagu itu scbcnamya:
A.tidak boleh, karena menyanyi itu senang, padahal umumnya mercka mendcrita
B.boleh raja, karena seni dapat rnenggugah jiwa seseorang
C.boleh saja, karena seni ungkapan jiwa seseorang
D.A, B dan C salah
21. Berbagai bcntuk kescnian salah satu fungsinya adalah menunjukkan kcpada kita bahwa :
A.cinta kasih membangkitkan daya krcativitas manusia
B.kasih sayang membangkitkan daya krcativitas manusia
C.kcmesraan membangkitkan daya kreativitas manusia
D.A, B, C benar
Seni budaya bermakna sebagai ragam manifestasi cinta kasih, hal terebut dimaksudkan untuk :
A.mengembangkan kepribadian dan wawasan pcmikiran
B.memperluas daya tanggap, persepsi dan penalaran mcngenai fakta scni budaya
C.menimbulkan daya kreatifitas mencipta dan mcnikmati hasil scni budaya
D.menghayati kebutuhan kodrati manusia akan scni budaya 23. Pengertian kasih sayang secara hartiah atau kamus adalah :
A.perasaan sayang kepada seseorang
B.perasaan sayang kepada seseorang dan lingkungan hidup
C.perasaaan sayang kepada lingkungan hidup
D.perasaan sayang kepada diri, alam dan Tuhan
24. Sikap kasih sayang merupakan pertumbuhan dari :
A.kebahagiaan C. cinta
B.rumah tangga D. a,b, dan c benar
25. Secara teoritis unsur-unsur kasih sayang adalah, kecuali :
A.tangoing jawab C. kejujuran
B.saling percaya D. rasa bersatu
26. Dalam satu rumah tangga unsur-unsur kasih sayang itu hares ada secara utuh, karena :
A.kasih sayang tidak dapat disertai oleh tanggungjawab
B.ketiadaan salah satu unsur kasih sayang dapat menyebablcan keretakan dalam rumah tangga tersebut
C.nimah tangga terdiri dan sejumlah orang yang hams menyumbangkan sikap kasih sayang dan unsur-unsumya secara utuh
D.a, b, c semua benar
27. Dalam satu proses peradilan hukum, vonis hukum yang dijatuhkan tidak menunjukkan keberadaan kasih sayang antar sesama manusia. Pemyataan tersebut :
A.benar, karena terdakwa tidak diberi kesempatan untuk mengungkapkan keinginannya
B.benar, karena terdakwa diberi kesempatan untuk mengungkapkan keinginannya
C.salah, karena terdakwa tidak diberi kesempatan untuk mengungkapkan keinginannya
D.salah, karena terdakwa diberi kesempatan untuk mengungkapkan keinginannya
28. Jika diamati maka percintaan, khususnya dikalangan remaja, akan menjerumuskan kepada hal yang kurang baik, karena :
A.yang sedang bercinta akan kehilangan kepribadiannya
B.kemampuan mencinta tidak memberi nilai hidup kita
C.kemampuan mencinta tidak menjadi ukuran bagi kemajuan evolusi kita
D.a, b , dan c salah
KUNCI JAWABAN TES FORMATIF IV
1.
D
15.
C
/.
C
16.
C
3.
D
17.
C
4.
B
18.
B
5.
C
19.
D
6.
C
20.
C
7.
D
/I.
D
8.
D
-,-).
A
9.
A
/3.
A
10.
A
24.
C
11.
D
25.
D
12.
D
26.
B
13.
C
27.
D
14.
B
28.
A

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar